[REVIEW MOVIE] Sir 2023 (indian movie)
Review Movie
Sir/Vaathi 2023
I. Identitas Film
Judul: Sir/Vaathi
Cast:
Director: Venky Atluri
Penulis:
Genre :
Durasi: 2 jam 14 menit
Where to watch: Netflix
II. Sinopsis
Film ini menceritakan kisah seorang guru matematika bernama Balamurugan (Balu Sir), dalam memperjuangkan hak hak pendidikan bagi masyarakat menengah kebawah. Film ini dibuka dengan cerita tiga mahasiswa yang tidak sengaja menemukan kaset berisi materi yang baru saja dipaparkan di kelas. Merasa bahwa penjelasan materi dari kaset ternyata sangat membantu, mereka memutuskan untuk melacak siapa yang orang yang berada dibalik video tersebut. Perjalanan kemudian membawa ketiga mahasiswa tersebut kepada A.S Murthy, salah satu murid dari si pembuat video. Dan dimulailah cerita sesungguhnya dari film ini.
Balu merupakan seorang guru dari kota yang ditempatkan di sekolah yang terletak di pedesaan. Sekolah tersebut hanya memiliki 46 siswa. Pada awalnya, keadaan sekolah dan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lacar. Masalah mulai muncul ketika sekolah negeri yang berasal dari pedesaan tersebut mampu mengalahkan rata rata nilai dari sekolah swasta yang dimonopoli oleh Thripathi. Berbagai rintangan mulai menghadang, masa depan para siswa menjadi terancam.
III. Tanggapan
Film ini mengemas berbagai isu sosial di tengah masyarakat dengan sangat baik. Mulai dari pendidikan hingga kasta disinggung dalam film ini. Film ini membuat saya membuka mata, ternyata masih banyak anak anak diluar sana yang sulit (bahkan dipersulit) dalam mengakses pendidikan, terutama di negara yang masih menerapkan sistem kasta.
Dalam film ini, tokoh Thripathi membuat saya sangat geram. Dia berhasil memonopoli sistem pendidikan dengan pola pikir ‘more fees, more education’ dan ‘no fees no education’. Sebenarnya, pemerintah juga harus bertanggung jawab atas monopoli yang terjadi. Monopoli tersebut dapat terjadi kerena pemerintah memberikan gaji yang rendah kepada para guru yang mengabdi di sekolah negeri. Guru guru yang kompetenpun kemudian lebih memilih mengajar disekolah swasta karena tentunya lebih sejahtera. Berbagai sekolah negeri pun terpaksa ditutup karena kekurangan tenaga kerja. Lalu bagaimana nasib para siswanya? Mereka yang berada di kasta bawah harus menggantungkan mimpinya.
Kalau bisa, saya akan kasih rate film ini 11 dari 10 (bukan dari 100 yh,,). Banyak sekali poin poin yang dapat diambil dari film ini. Bahkan beberapa scene berhasil membuat saya menangis bahkan sampai galau saat selesai menonton filmnya. Dijamin deh pasti setelah menonton film ini, kalian akan bersyukur dan lebih rajin untuk belajar😁😁.
Kelebihan
- Alur film ini sat set sat set alias cenderung cepat dan gak bakal ngebosenin.
- Berbagai isu sosial dikemas dengan sangat apik, terkadang dibumbui pula dengan komedi.
- Romace tipis tipis antara Balu Sir dan Madam Meenakshi juga menjadikan film ini lebih berwarna
- Konflik dan tantangan yang dihadapi Balu Sir sebagai protagonis lumayan banyak sehingga di setiap scene saat Tripathi muncul penonton akan dibuat tegang, Waduh ada apa lagi ini ya Tuhan?!
Kekurangan
- Balu sebagai protagonis digambarkan terlalu perfect, baik, tampan, dan pinter banget karena selain matematika beliau ternyata bisa mengajar fisika serta kimia dan berhasil membawa ke 46 muridnya ke pendidikan yang lebih tinggi. Padahal, kalau saya boleh bilang, cara mengajar beliau cenderung kecepetan (ini apa saya aja yg lemot yh) dan beberapa kali menutupi papan tulis saat mengajar, jadi ya kayak bukan mengajar siswa, tetapi mengajar diri sendiri. Selain itu ternyata dia juga jago berkelahi gais, bahkan bisa menang lawan banyak orang yang megang kapak dengan tangan kosong. Jadi memang kurang realistis.
Terima kasih telah membaca!!💖
~Sampai jumpa~

Komentar
Posting Komentar